Minggu, 20 Maret 2016

[Ulasan Buku] Kutukan Jomblo


  • Judul: Kutukan Jomblo
  • Penulis: Fahri Asiza, dkk
  • Penerbit: PT Lingkar Pena Kreativa
  • Tanggal Terbit: April 2007
  • ISBN: 9793651830
  • Kategori: Cerpen 


Sinopsis:
Jomblo benar-benar kutukan! Kayaknya nggak mungkin, deh cewek secantik Maya yang juga seksi, pintar matematika, dan jago karate, nggak punya pacar alias jomblo? Kecuali.. kecuali kalau Maya terkena kutukan!

Duh, jangan-jangan benar Maya terkena kutukan jomblo? Soalnya mendadak ada aja gosip yang menimpa Maya. Pertama, dia disebut lesbong alias lesbian. Kedua, dia dipanggil oleh kepala sekolah karena ditemukan 'barang aneh' di dalam tasnya. Ketiga, dia dituduh ngidam dan hamil! 'Kutukan Jomblo' kapan berakhirnya? Maya bingung, pusing, sedih.. tapi diam-diam juga ketawa. Lho, kok ketawa?

Review:
Pertama liat judulnya, eits.. saya kok merasa langsung tersindir plus penasaran! Kutukan jomblo? Apa itu? Apa saya juga terkena kutukan jomblo sampai-sampai belum dapat pasangan juga hingga saat ini? Ohh!! Rasa sindiran sekaligus penasaran saya tersebutlah yang membuat saya membeli buku berisi 210 halaman ini. Ternyata buku yang berisi 12 kumpulan cerita pendek dari 12 pengarang yang berbeda ini menyajikan cerita-cerita tentang kisah yang unik, lucu dan sangat menghibur. Berulang kali saya senyum-senyum sendiri membacanya, bahkan tak jarang jadi mesem-mesem nggak jelas.

Dengan bahasa yang ringan dan kebanyakan ala anak muda, membuat buku ini memang sebenarnya diperuntukkan untuk segmen remaja. Tapi jangan khawatir, karena bagi yang sudah tidak remaja pun masih bisa menikmatinya. Tak salah jika buku jadi Best Seller.

Pokoknya setelah membaca buku ini bikin hari-hari tersiksa menjadi jomblo jadi ceria lagi, bersemangat lagi, dan nggak sedih lagi, deh! Recommended banget buat para jomblowan dan jomblowati dimana pun berada. Bahkan yang nggak jomblo sekali pun, pasti akan menikmati sajian 12 cerita pendek dalam buku ini. Wajib dikoleksi!!


Favorite Part:
Bagian favorit saya dari 12 cerita yang ada adalah Life is Beautiful. Ceritanya benar-benar mengena, persis seperti yang saya alami saat ini. Ya, saya jadi paham betul apa yang dirasakan oleh karakter Mona dalam cerita ini karena saat ini posisi saya seperti dia. Tapi setelah saya membaca buku ini terutama karena endingnya yang sangat bagus menurut saya, saya jadi lebih menghargai diri sendiri. Bahkan jomblo pun nggak jadi masalah lagi bagi saya.




*Copas dari event review book yang pernah dimuat di forum idws