Selasa, 05 Juli 2016

[Ulasan Musik] Dust & Disquiet - Caspian


- Making You Eargasm Till The End -


Artist: Caspian
Album: Dust & Disquiet
Genres: Post-rock, instrumental rock, post-metal
Release: September 25, 2015




Mengusung 10 track di album Dust & Disquiet, Caspian benar-benar paham bagaimana menciptakan musik yang bagus dan enak dinikmati.

Track pertama, Separation No. 2 sudah langsung memikat hati saya. Saya bahkan tidak ingin beranjak dari track tersebut dan memutar ulang beberapa kali sebelum berlanjut ke track selanjutnya. Musiknya berisi kesedihan dan menggambarkan perpisahan yang menyedihkan. Mungkin saya bisa menangis mendengar track lagu ini karena mengingat perpisahan dengan seseorang.

Track kedua, Rioseco tak kalah memikat hati saya. Dengan irama yang (entah sengaja dibuat) sama dengan Separation No. 2, Rioseco merupakan bagian utuh dari Separation No. 2 dengan musik yang dibuat lebih lama - 7 menit 52 menit - dan dengan nuansa post-rock yang kental. Lagu ini begitu enak didengar sehingga membuat pikiran kita melayang-layang menikmati alunan musik post rock yang mampu membuat eargasm. I even don't know how to describe it; just listen dan feel this song. It's totally great! Rioseco pun jadi track favorit saya di album ini.

Arcs of Command menjadi track ketiga di album ini. Durasinya sedikit lebih lama dibanding track kedua yaitu 8 menit 48 detik. Dimulai dengan intro yang sedikit membosankan, perlahan ritmenya menaik dan semakin naik sehingga irama post-rocknya terasa amat kental mulai pertengahan hingga lagu usai. 

Echo and Abyss memasukkan unsur vokal di musiknya. Unsur rock terasa sangat kental di track keempat ini.

Track selanjutnya Run Dry juga diisi dengan vokal penuh sepanjang lagu. Kali ini musiknya hanya diiringi petikan gitar dengan nuansa ballad nan mellow dengan lirik yang sepertinya menggambarkan bagaimana Caspian itu sendiri saat ini.

From the time that we were young
We were wild-eyed dreamers
And now we cautiously raise our eyes

The season has turned
From warm to the next

We are wide awake now
We are wide awake now

We are wide awake now
We are wide awake now

We are wide awake now
We are wide awake now

There's a burden
We all must shoulder
So come on and put your back to the load

Till you're alone

Tears won't help
But to water the ground
Nothing, nothing will grow
So weep til you drown
Or until you run dry

We are wide awake now
We are wide awake now

We are wide awake now
We are wide awake now

Wide awake now
Wide awake now



Equal Night menjadi pengisi untuk track keenam. Lagu yang hanya berdurasi 1 menit 56 detik ini dimainkan dengan denting piano yang sedikit membuat merinding; berat, perih, sedih.

Sad Heart of Mine seperti benar-benar ingin menggambarkan kesedihan hati melalui musik yang diciptakan. Perasaan seperti terkoyak, tercabik-cabik, teriris perih. Bahkan tanpa perlu musik yang sentimentil nan mellow, balutan musik post rock yang kencang seperti ini pun bisa membuat sedih. Emosi memuncak seketika dan mungkin air mata bisa menetes.

Darkfield terasa sedikit beda dengan track-track lainnya terutama karena bunyi-bunyian (seperti bunyi glockenspiel) yang dihasilkan di awal hingga pertengahan. Irama post rock mulai terasa begitu kuat di reffnya ditambah dengan bunyi-bunyian elektronik membuat track lagu ini terasa spesial dan unik.

Aeternum Vale yang merupakan track kesembilan ini, hanya berisi petikan gitar dengan durasi yang terbilang singkat, 2 menit 8 detik.

Dan akhirnya track terakhir yang juga merupakan judul album, Dust and Disquiet dengan durasi yang panjang 11 menit 26 detik ini menjadi penutup sekaligus penyimpul keseluruhan isi dari album ini. 

So, in my opinion, Dust and Disquiet is a must album that you should listen. It's recommended especially for post-rockers because it'll make you eargasm till the end. I even become Caspian's new fans.








*Band Profile
  • Band: Caspian
  • Origin : Beverly, Massachusetts, United States 
  • Genres: Post-rock, instrumental rock, post-metal 
  • Years active: 2004–present 
  • Labels: Dopamine, Radar, The Mylene Sheath, Make My Day Records, Triple Crown Records, Hobbledehoy Record Co 
  • Website: caspianmusic.net   

Members:
  • Philip Jamieson - guitar, keyboards, synthesizers (2004–present)
  • Calvin Joss - guitar (2004–present)
  • Joe Vickers - drums (2004–present)
  • Erin Burke-Moran - guitar (May 2007–present)
  • Jonny Ashburn - guitar (August 2009–present)
  • Jani Zubkovs - bass guitar (2013–present)

Past members:
  • Chris Friedrich - bass (2004-2013; his death)
  • Jon McMahan - bass (touring only, August 2009—March 2013)

*Source: Wikipedia







Minggu, 03 April 2016

[Ulasan Musik] Blur The Best Of - Blur


- Paket Komplit Yang Wajib Didengarkan -

Artist : Blur
Album : Blur: The Best Of
Genres: Rock, Music, Pop, Pop/Rock, Britpop
Released: Oct 31, 2000
℗ 2000 EMI Records Ltd.



Jika berbicara soal album The Best, pastilah berisi lagu-lagu terbaik dari beberapa album yang ada. Dan tentunya lagu-lagu tersebut pastilah sudah familiar di telinga para penikmat musik dan biasanya lagu-lagu tersebut pasti disukai. Begitu juga dengan album The Best of Blur ini. Album The Best of ini berisi 19 lagu-lagu terbaik Blur dari album-album mereka ditambah 10 lagu yang direkam secara live di Wembley Arena pada 11 December 1999 silam. Baik versi rekaman maupun versi live, sama bagusnya. Suara Damon Albarn bahkan tak berubah. Sungguh menyenangkan mendengarkan kedua versi tersebut, apalagi jika diputar bersamaan. Ya, ada beberapa lagu yang sama namun dalam versi recording dan live seperti She's So High, Girls & Boys, To The End, End of a Century, Charmless Man, Beetlebum, No Distance Left to Run, dan Tender.

Bagi para penggemar band britpop ini, lagu-lagu di album The Best ini tentu saja bagaikan oase di padang pasir karena lagu-lagu yang enak, familiar di telinga dan tentunya terbaik dari Blur menyatu dalam satu album. Bahkan yang bukan penggemar Blur sendiri pun pasti akan terhibur dengan koleksi lagu-lagu di album ini. Anggaplah album ini sebagai awal perkenalan untuk mengetahui lebih jauh lagi tentang band yang satu ini. Sejujurnya, saya sendiri bukanlah fans Blur dan hanya tahu beberapa lagu saja dari band ini. Namun, begitu saya mendengarkan koleksi lagu dalam album The Best ini, saya seketika menyatakan diri saya akan menjadi fans baru dari Blur. Telat? Ya, memang! Dan saya sedikit menyesalinya.

Dibuka dengan track lagu Beetlebum, album ini secara tidak langsung memperkenalkan jenis musik seperti inilah yang diusung Blur. Nuansa britpop 90-an terasa kental banget dalam lagu tersebut. Mendengarkan lagu ini akan terasa asik jika didengarkan via earphone ketika duduk bersantai di sore hari sambil memandang rerumputan. Sedangkan untuk versi livenya, membuat kita serasa melihat langsung konser mereka sembari ikut bernyanyi bersama.



Lanjut dengan track berikutnya, Song 2 yang merupakan salah satu lagu Blur yang cukup terkenal. Apalagi dengan woo hoo-nya yang khas tersebut. Lagu ini juga yang awalnya membuat saya kenal dengan band ini, walaupun saya sama sekali tidak tahu judul dan penyanyinya kala itu. Maklum, dengarnya hanya via radio saja jaman dulu.



Beralih ke track kelima, Coffee & TV yang benar-benar membuat saya mengenal Blur. Bagaimana tidak, video klipnya selalu menghiasi layar kaca MTV kala itu. Lagunya sendiri tidak saya suka ketika itu, tapi karena videonya yang cukup menarik dan unik maka secara tidak langsung saya jadi mengenal band ini. Namun, sekarang begitu didengar lagi, ternyata lagu ini cukup enak. Ditambah liriknya yang ternyata maknanya dalam.

So give me Coffee and TV
History
I've seen so much
I'm goin' blind
And I'm brain-dead virtually
Sociability
It's hard enough for me
Take me away from this big bad world
And agree to marry me
So we can start over again




Coffee and TV is like a lazy song. I mean, when we listen to this song, we feel like so lazy, just enjoying the music. Apalagi jika mendengarkannya lewat earphone sambil berbaring atau duduk di sofa di sore hari sembari menyeruput kopi hangat.


Beralih ke track lagu Tender yang cukup fenomenal juga. Anak nongkrong 90-an pasti setidaknya pernah dengar irama lagu ini walau mungkin tidak tahu siapa penyanyi dan judul lagunya.



Dengarkan bagian reffnya. 

Come on, Come on, Come on
Get through it
Come on, Come on, Come on
Love's the greatest thing

........
Oh my baby
Oh my baby
Oh why
Oh my


Beralih ke track selanjutnya, Girls and Boys yang enak banget irama musiknya. Ala-ala disko gitu. Rasanya ingin joget saja ketika mendengar lagu ini.



Lanjut ke lagu She's so High yang bisa dikatakan lagu hopeless. Bagaimana tidak, dengarkan saja liriknya yang benar-benar hopeless tersebut untuk mendapatkan cinta seseorang yang begitu 'tinggi'.

I see her face
Everyday
I see her face
It doesn't help me
She's so high
I want to crawl all over her





Dan lirik lagunya memang begitu jujur dan dalam. Setiap orang yang pernah mengalami hal serupa, pasti tahu bagaimana rasanya menyukai seseorang seperti gambaran dalam lirik lagu ini. Yang mendengarkan lagu ini dan mengalami nasib yang sama dengan lirik lagu ini, dikhawatirkan akan semakin down dan mungkin menangis 'darah'.


Nah, To The End adalah track favorit di album ini. Lagu ini yang membuat saya jadi ketagihan mendengarkan lagu-lagu Blur lainnya. Saya suka dengan intro lagunya dan begitu masuk reff, semakin suka. Tarikan suara Damon di lirik and it looks like we might have made it, benar-benar keren. Namun, entah kenapa mendengarkan lagu ini membuat saya sedih. Apalagi jika mendengarkannya di kamar sendirian di ruangan remang-remang menggunakan earphone.



This Is A Low masuk track favorit kedua saya di album ini. Irama musiknya kental banget dengan britpop yang menjadi ciri khas Blur. Lagu yang juga membuat saya sedih karena liriknya yang dalam.

This is a low
But it won't hurt you
When you are alone
It will be there with you
Finding ways to stay solo


 


Dan akhirnya, saya yang hanya penikmat musik ini, merekomendasikan album The Best of Blur ini untuk anda semua, terutama pecinta musik britpop atau pun yang merindukan musik-musik berkualitas era 90-an. Album ini bisa menjadi 'pelepas dahaga' dari jenis musik sekarang yang monoton dan kurang kreatif (no offense!). Dan semoga setelah anda mendengarkan album ini, anda yang tadinya tidak mengenal Blur atau pun hanya tahu sedikit tentang band ini, bisa menjadi fans baru Blur seperti saya.




*Copas dari tulisan saya di sebuah forum


Minggu, 20 Maret 2016

[Ulasan Buku] Kutukan Jomblo


  • Judul: Kutukan Jomblo
  • Penulis: Fahri Asiza, dkk
  • Penerbit: PT Lingkar Pena Kreativa
  • Tanggal Terbit: April 2007
  • ISBN: 9793651830
  • Kategori: Cerpen 


Sinopsis:
Jomblo benar-benar kutukan! Kayaknya nggak mungkin, deh cewek secantik Maya yang juga seksi, pintar matematika, dan jago karate, nggak punya pacar alias jomblo? Kecuali.. kecuali kalau Maya terkena kutukan!

Duh, jangan-jangan benar Maya terkena kutukan jomblo? Soalnya mendadak ada aja gosip yang menimpa Maya. Pertama, dia disebut lesbong alias lesbian. Kedua, dia dipanggil oleh kepala sekolah karena ditemukan 'barang aneh' di dalam tasnya. Ketiga, dia dituduh ngidam dan hamil! 'Kutukan Jomblo' kapan berakhirnya? Maya bingung, pusing, sedih.. tapi diam-diam juga ketawa. Lho, kok ketawa?

Review:
Pertama liat judulnya, eits.. saya kok merasa langsung tersindir plus penasaran! Kutukan jomblo? Apa itu? Apa saya juga terkena kutukan jomblo sampai-sampai belum dapat pasangan juga hingga saat ini? Ohh!! Rasa sindiran sekaligus penasaran saya tersebutlah yang membuat saya membeli buku berisi 210 halaman ini. Ternyata buku yang berisi 12 kumpulan cerita pendek dari 12 pengarang yang berbeda ini menyajikan cerita-cerita tentang kisah yang unik, lucu dan sangat menghibur. Berulang kali saya senyum-senyum sendiri membacanya, bahkan tak jarang jadi mesem-mesem nggak jelas.

Dengan bahasa yang ringan dan kebanyakan ala anak muda, membuat buku ini memang sebenarnya diperuntukkan untuk segmen remaja. Tapi jangan khawatir, karena bagi yang sudah tidak remaja pun masih bisa menikmatinya. Tak salah jika buku jadi Best Seller.

Pokoknya setelah membaca buku ini bikin hari-hari tersiksa menjadi jomblo jadi ceria lagi, bersemangat lagi, dan nggak sedih lagi, deh! Recommended banget buat para jomblowan dan jomblowati dimana pun berada. Bahkan yang nggak jomblo sekali pun, pasti akan menikmati sajian 12 cerita pendek dalam buku ini. Wajib dikoleksi!!


Favorite Part:
Bagian favorit saya dari 12 cerita yang ada adalah Life is Beautiful. Ceritanya benar-benar mengena, persis seperti yang saya alami saat ini. Ya, saya jadi paham betul apa yang dirasakan oleh karakter Mona dalam cerita ini karena saat ini posisi saya seperti dia. Tapi setelah saya membaca buku ini terutama karena endingnya yang sangat bagus menurut saya, saya jadi lebih menghargai diri sendiri. Bahkan jomblo pun nggak jadi masalah lagi bagi saya.




*Copas dari event review book yang pernah dimuat di forum idws